PARADIGMA MODERASI BERAGAMA: RELEVANSI AKHLAK RASULULLAH SAW DALAM MENGHADAPI FANATISME BERAGAMA
DOI:
https://doi.org/10.7777/p8d8tk43Keywords:
Moderasi Beragama, Akhlak Rasulullah SAW, Fanatisme, Toleransi, Dialog Antarumat BeragamaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi akhlak Rasulullah SAW dalam menghadapi fanatisme beragama sebagai pilar utama moderasi beragama. Dalam konteks ini, moderasi beragama dipandang sebagai pendekatan untuk mempromosikan toleransi dan kerukunan dalam masyarakat yang multireligius. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan sumber data yang berasal dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah lainnya yang relevan. Data dikumpulkan melalui pencarian literatur secara sistematis dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama yang tercermin dalam ajaran Rasulullah SAW didasarkan pada nilai-nilai akhlakul karimah, seperti kesabaran, kejujuran, toleransi, dan kerendahan hati. Akhlak mulia tersebut terbukti efektif dalam mencegah sikap fanatisme dan ekstremisme, serta menciptakan harmoni antarumat beragama. Implementasi moderasi beragama ini terlihat relevan untuk menyelesaikan beberapa konflik keagamaan yang pernah terjadi di Indonesia, seperti konflik antara Aswaja dan Wahabi, penolakan pembangunan gereja di Cilegon, serta kontroversi Ponpes Al-Zaytun. Rasulullah SAW mengajarkan pentingnya dialog antarumat beragama dan menghormati perbedaan keyakinan sebagai kunci keberhasilan dalam menciptakan perdamaian. Penelitian menegaskan perlunya pendidikan agama yang berorientasi pada moderasi beragama dan penguatan akhlak Rasulullah SAW untuk menghadapi tantangan fanatisme keagamaan di era modern.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Al-Qalam: Jurnal Ilmiah Kajian Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
All articles published in Al-Qalam are licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0). This license allows others to:
- Share – Copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt – Remix, transform, and build upon the material.
Under the following terms:
- Attribution – Authors must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. They may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the author endorses them or their use.
- NonCommercial – Others may not use the material for commercial purposes.
- ShareAlike – If others remix, transform, or build upon the material, they must distribute their contributions under the same license as the original.
By publishing with Al-Qalam, authors agree to make their work freely available to the public under these terms, facilitating the free dissemination of knowledge within the scholarly community.







